Seperti dilansir
BBC, pejabat Italia mengatakan bahwa pihaknya menjalin komunikasi dengan Jerman terkait permasalahan pemakaman Priebke. Petinggi pasukan militer Nazi itu wafat di rumahnya di Italia pada usia 100 tahun.
Upacara pemakamannya di Albano Laziale di bagian selatan kota Roma dibatalkan setelah adanya demonstrasi dan bentrokan yang menentang penyelenggaraan pemakaman Priebke. Pejabat senior di provinsi Roma, Giuseppe Pecoraro, mengatakan, pihaknya telah membuka komunikasi mengenai pemakaman Priebke dengan pemerintah Jerman.
"Kami telah memulai kontak dengan Jerman," katanya.
Ia juga menuturkan harapannya agar situasi di Roma kembali stabil pada Rabu (16/10) ini.
"Itu bukan hak saya untuk memutuskan mengenai kremasi ataupun tempat pemakaman, tapi kami bekerja mencari cara menyelesaikan situasi berdasarkan pada apa yang paling tepat," ujarnya.
Kematian kaki tangan Hitler tersebut menimbulkan kontroversti, terutama terkait pemakaman jasadnya. Argentina, negara yang ditempatinya hampir selama 50 tahun dengan tegas menolak menerima jasadnya.
Selain itu, Vatikan secara mengejutkan juga melarang seluruh gereja katolik di Roma untuk menyelenggarakan pemakaman Priebke. Tapi kelompok sempalan katolik St Pius X menawarkan diri untuk menyelenggarakan pemakaman. Upacara pemakaman tidak berlangsung lancar setelah ratusan demonstran menggelar aksi penolakan terhadap upacara pemakaman Priebke dan terjadi bentrokan atas demonstrasi tersebut
Priebke merupakan mantan perwira militer Nazi yang bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 300 warga sipil tahun 1944 di Italia selama Perang Dunia II.
Jasad Priebke diduga akan dibawa ke Jerman untuk dimakamkan, sekalipun kampung halamanya di Jerman sebelumnya telah menyatakan menolak jasadnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: