Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter itu juga melukai 276 orang lainnya. Sedangkan puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang, diduga terjebak di dalam reruntuhan bangunan.
Jumlah korban terbesar dari gempa tersebut berasal dari provinsi Bohol. Otoritas setempat seperti dilansir dari
CNN menyatakan bahwa mereka akan memeriksa laporan-laporan orang hilang yang diduga masih terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Gempa tersebut terjadi bertepatan dengan hari raya Idul Adha Selasa (15/10) kemarin. Menurut US Geological Survey, gempa berpusat sekitar 620 kilometer (385 mil) arah selatan sebelah tenggara Manila, dekat dengan Catigbian, Bohol. Kedalaman gempa diperkirakan 20 kilometer (12 mil).
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan bahwa gempa bumi besar kadang-kadang dapat menyebabkan tsunami yang berjarak 100 kilometer dari pusat gempa. Akan tetapi untuk gempa yang terjadi di Filipina, hingga saat ini tidak ada ancaman tsunami yang lebih luas
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: