Selain itu, hubungan antara partai Berlusconi, Partai Rakyat Merdeka (PDL) dengan kubu pemerintah pimpinan PM Enrico Letta juga mulai memburuk, setelah Partai berhaluan tengah-kanan itu menentang rencana menaikkan pajak penjualan, yang merupakan upaya pemerintah Italia untuk mengurangi beban utang yang sangat besar.
"Saya sudah undang wakil dari Partai Rakyat Merdeka yang duduk dalam pemerintahan untuk melihat apakah tepat jika mereka menyerahkan pengunduran diri," kata Berlusconi, sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 29/9).
Sementara itu, PM Letta justru menyebut bahwa pimpinan PDL telah melakukan dusta besar pada rakyat Italia dalam kasus ini. PDL telah menggunakan isu pajak sebagai dalih untuk menghindari masalah hukum yang menjerat Berlusconi.
"Dalam parlemen, semua orang harus memikul tanggung jawab terhadap tindakan mereka pada bangsa ini," terangnya.
Kasus hukum Berlusconi disebut-sebut sebagai penyebab munculnya ketegangan dalam tubuh koalisi. Sebuah komite Senate pekan depan akan memutus apakah Berklusconi akan dipecat setelah Mahkamah Agung setempat mengeluarkan putusan tetap bersalah karena kasus penggelapan pajak.
Ini merupakan putusan bersalah pertama yang dinyatakan setelah proses banding sepanjang dua dekade pria flamboyan ini dibelit berbagai kasus hukum. Ia pernah divonis harus masuk penjara tahun lalu namun kemudian diperkirakan hanya akan menjalani status tahanan rumah atau pelayanan masyarakat karena usianya.
[ian]
BERITA TERKAIT: