Kata Shoigu, perusahan minyak seperti Gazprom, Lukoil dan Rosneft harus menyediakan cadangan yang dibutuhkan sewaktu-waktu oleh militer Rusia.
"Perusahaan ini jelas harus tahu, apa, kapan dan jam berapa mereka harus kirimkan cadangannya kepada kami," katanya sebagaimana dikutip
Ria Novosti (Sabtu, 28/9).
Hal yang sama, lanjutnya, juga berlaku untuk perusahaan transportasi dan pembangkit listrik, seperti rel monopoli Rusia RZD, perusahaan PLTA negara RusHydro, dan perusahaan lainnya.
Shoigu mengatakan bahwa Pusat Pertahanan Nasional Rusia akan bertindak sebagai markas umum Komando Tertinggi dalam rencana masa perang ini dan akan dibangun di Frunzenskaya, Moskow. Pusat pertahanan tersebut berfungsi untuk memperkuat angkatan bersenjata Rusia saat ada konflik militer.
Rencana masa perang ini juga akan memantau kegiatan sehari-hari militer di seluruh negeri sepanjang waktu.
Pada musim panas ini, militer Rusia akan memulai mengerjakan rencana yang diyakini mampu meningkatkan manajemen operasional militer dan mampu memastikan adanya respon cepat terhadap ancaman strategis.
[ian]
BERITA TERKAIT: