Menurut Obama dalam keterangannya di hadapan media di Gedung Putih, ada kemungkinan pembciaraan itu akan menghasilkan sebuah persetujuan berkaitan dengan isu nuklir Iran yang dapat memperbaiki hubungan kedua negara sejak peristiwa penyerangan Kedubes AS di Tehran 1979.
"Disamping tentu saja masih ada beberapa hambatan penting untuk melangkah maju dan keberhasilan tidak digaransi, saya percaya kita dapat mencapai solusi komprehensif," ujarnya.
Masih kata Obama dalam pembicaraan itu ia menggarisbawahi pernyataan Rouhani sebelumnya yang membuka kemungkinan berdialog dengan Barat untuk menyelesaikan isu nuklir.
"Ujiannya nanti sangat berarti, transparan dan merupakan aksi yang dapat diverifikasi yang juga dapat menciptakan perbaikan terhadap sanksi dunia internasional yang sedang berlaku," sambungnya.
Pembicaraan kedua tokoh itu terjadi di akhir Sidang Umum PBB di New York dan berlangsung selama 15 menit.
Pembicaraan terakhir presiden AS dengan presiden Iran adalah tahun 1979 antara Presiden Jimmy Carter dan Shah Mohammed Reza Pahlavi sebelum Pahlavi digulingkan.
[dem]
BERITA TERKAIT: