Keyakinan ini disampaikan oleh jurubicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf pada Sabtu (14/9). Menurutnya, meski PBB tidak akan menyalahkan siapapun, namun laporan itu cukup memperkuat apa yang selama ini disampaikan AS tentang Suriah.
"PBB itu tidak menyalahkan siapapun dalam laporan itu, tetapi itu (laporan) akan memperkuat apa yang sudah kami katakan tentang insiden di Ghouta," ujarnya sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 14/9).
Sebelumnya, Washington dan sekutunya menuduh pemerintah Suriah di bawah rezim Bashar al Assad, telah membunuh ratusan orang warga Suriah dengan menggunakan senjata kimia di Ghouta. Pemerintah Suriah sejak awal membantah tuduhan itu, dan menuduh kelompok pemberontak sebagai pelakunya. Sementara PBB telah melakukan penelitian tentang kebenaran dugaan tersebut yang akan diumumkan pada pekan depan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: