Nelayan Korsel Pulang Setelah 40 Tahun Menghilang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 14 September 2013, 14:09 WIB
Nelayan Korsel Pulang Setelah 40 Tahun Menghilang
foto: telegraph
rmol news logo Seorang nelayan asal Korea Selatan, Jeon Wook-pyo, berhasil kembali ke rumahnya pada Jumat kemarin (13/9) setelah lebih dari 40 tahun berada di Korea Utara.

Jeon, yang saat ini berusia 68 tahun, ditangkap oleh kapal angkatan laut Korea Utara ketika tengah memancing bersama 24 nelayan lainnya menggunakan dua buah kapal di perbatasan laut kuning yang disengketakan pada 28 Desember 1972.

Pada saat itu, tidak ada yang menyadari bahwa Jeon dan teman-temannya menghilang karena diculik oleh Korea Utara. Sampai tahun 2005, sebuah foto yang direkam pada tahun 1974 muncul dan menunjukkan bahwa Jeon berada di kamp konsentrasi Korea Utara dengan beberapa nelayan yang diculik lainnya.

Seperti yang dilansir oleh Telegraph, Jeon mengambil resiko dengan berusaha melarikan diri demi menemui keluarganya di Korea Selatan. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan keluarganya di rumah.

Belum diketahui pasti bagaimana ia bisa melarikan diri, namun diperkirakan ia menyeberang ke China pada bulan Agustus dan kemudian berusaha menulis surat kepada presiden Korea Selatan Park Geun-hye untuk meminta bantuan.

Menurut pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Jeon bersatu kembali dengan keluarganya di ibukota Korea Selatan pada hari Jumat setelah menjalani pemeriksaan oleh pejabat Korea Selatan.

Penculikan merupakan salah satu sumber konflik yang terus terjadi antara Korea Utara dengan Korea Selatan pasca terjadinya Perang Korea tahun 1950-1953 yang diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata. Hingga saat ini belum ada perjajian perdamaian antara kedua Korea, sehingga secara teknis kedua Korea masih berada pada kondisi perang.

Terkait penculikan, di satu sisi Korea Selatan menuduh Korea Utara menculik warganya untuk pengumpulan intelejen atau propaganda. Namun di sisi lain, Korea Utara membantah tudingan tersebut. Korea Utara mengatakan bahwa penangkapan warga Korea Selatan dilakukan karena mereka telah melanggar perbatasan. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA