Seruan itu disampaikan Ban dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahy.
"Dia menyeru diakhirinya semua aksi kekerasan dan mendesak pihak berwenang sementara untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia dari semua rakyat Mesir, termasuk kebebasan berbicara dan berkumpul," demikian laporan sebuah pernyataan Perserikatan Bangsa Bangsa, yang mengacu kepada pesan Ban kepada Fahny.
Ban menegaskan seruannya untuk membebaskan Mohammed Moursy yang telah ditahan di sebuah lokasi rahasia sejak penggulingannya dalam sebuah kudeta militer pada 3 Juli.
Dalam pembicaraan, Ban menekankan bahwa proses politik yang inklusif dan damai adalah satu-satunya cara yang layak untuk menghentikan konflik dan bagi kemajuan di Mesir.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: