Penelitian itu antara lain mencari bukti-bukti kehadiran manusia pertama di kawasan timur Maroko pada masa Masa Pleitosen yang berlangsung antara 2,5 juta tahun hingga 11.000 tahun lalu.
Hasil penelitian para ahli arkeologi kedua negara itu tengah dipamerkan di Perpustakaan Nasional di Rabat. Raja Maroko Muhammad VI dan Raja Spanyol Juan Carlos I menghadiri pameran bertema "25 Tahun Kerjasama Arkeologi Maroko-Spanyol: Dari Jbala ke Draa antara Prasejarah dan Era Modern" itu hari Selasa lalu (16/7).
Selain bukti kehadiran manusia pertama di Maroko pada masa Pleitosen, pada pameran itu juga ditampilkan peta arkeologi utara Maroko dan berbagai peniggalan dari masa Neolitikum atau Zaman Batu Baru yang berlangsung sejak sekitar 10.200 tahun lalu.
Pameran ini didukung Kedutaan Spanyol di Maroko dan Institut Cervantes Institute di Rabat yang berafiliasi dengan Agensi Kerjasama Internasional Spanyol (AECID), dan Kementerian Kebudayaan Kerajaan Maroko.
Disaksikan Raja Muhammad VI dan Juan Carlos I, dalam kesempatan pameran hari Selasa itu, Ketua Dewan Direktur Peninggalan Nasional Spanyol, Jose Rodriguez-Spiteri Palazuelo, menyerahkan dokumen-dokumen hasil
scan dan digitalisasi manuskrip berbahasa Arab kepada Direktur Perpustakaan Kerajaan Shawki Binbine dan Direktur Perpustakaan Nasional Driss Khrouz. Dokumen yang diserahkan ini terbilang langka dan selama ini dimiliki perpustakaan Monasteri San Lorenzo del Escorial.
Dalam sambutannya, Jose Rodriguez-Spiteri Palazuelo mengatakan bahwa dokumen yang ia berikan itu merefleksikan hubungan kerjasama yang sempurna antara lembaga yang dipimpinnya dengan Kerajaan Maroko.
Dalam dokumen itu terangkum manuskrip tahun 1939 dan 327.661 gambar digital. Adapun Monasteri San Lorenzo del Escorial memiliki lebih dari 2.000 manuskrip berbahasa dan aksara Arab.
Setelah menghadiri pameran penting itu, pada petang hari Raja Juan Carlos I menghadiri buka puasa yang digelar khusus Raja Muhammad VI di Istana.
Semua anggota delegasi Kerajaan Sapanyol yang mendampingi Juan I menghadiri jamuan buka puasa itu. Anggota keluarga Kerajaan Maroko dan Perdana Menteri bersama anggota kabinetnya juga hadir menghadiri jamuan buka puasa itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: