Begitu dikatakan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry setelah bertemu dengan Presiden dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, sebagaimana dikutip Voanews (Sabtu, 13/4).
Seoul merupakan kota pertama yang dikunjungi Kerry dalam rangkaian lawatan empat hari ke Asia. Kunjungan ke Ibukota Korsel itu dia manfaatkan untuk memperingatkan pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, agar tidak melaksanakan ancamannya, yaitu meluncurkan rudal balistik jarak menengah.
Menurut pengganti Hillary Clinton ini, rakyat Korut saat ini membutuhkan makanan ketimbang pamer senjata dengan peluncuran nuklir.
"Salah besar baginya bila memilih melakukan hal itu karena akan semakin mengisolasi negaranya dan semakin mengisolasi rakyatnya yang terus terang sangat membutuhkan makanan, bukan peluncuran rudal,†kata Kerry.
Selama di Seoul ia juga menegaskan bahwa pemerintah China harus menekan Korea Utara agar menghentikan program nuklirnya. Untuk itu, usai berkunjung ke Korsel ia akan langsung menuju China.
Â
"China berkemampuan sangat besar membantu mengatasi masalah ini. Saya berharap, dalam percakapan kami ketika saya berada di sana besok, kami akan mampu mencari jalan keluar guna meredakan ketegangan, sehingga rakyat Korea Utara dan Korea Selatan maupun rakyat lain di dunia bisa melihat bahwa orang-orang ini bergerak ke arah yang benar, melakukan perundingan dan meredakan ketegangan,†papar Kerry.
Sementara itu, Kerry rencananya akan mengakhiri lawatan ke Asia ini di Tokyo, Jepang
.[ian]
BERITA TERKAIT: