Hal ini dibuka oleh seorang anggota Kongres dalam sesi pertemuan hari Kamis kemarin (11/4) dan kemudian dikonfirmasi seorang pejabat Kementerian Pertahanan kepada
CNN. Penilaian dari Dinas Intelijen Pertahanan (DIA) di Pentagon disebut sebagai pengakuan paling jelas dari Amerika Serikat mengenai potensi pengembangan program nuklir Korea Utara.
CNN menyebut DIA memberikan penilaian yang
moderate confidence.
Perkembangan yang mengejutkan ini terjadi di tengah ketegangan yang semakin meningkat di Semenanjung Korea yang memaksa Korea Utara mengeluarkan ancaman terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Korea Utara khawatir latihan perang yang digelar Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang menggunakan berbagai persenjataan canggih dan pesawat pengebom jenis terbaru, sebetulnya adalah persiapan untuk menghadapi perang sesungguhnya.
Masih disebutkan
CNN beberapa saat lalu, pemerintahan Barack Obama tengang mengkalkulasi peluncuran misil balistik bergerak dapat dilakukan kapan saja. Tetapi seorang pejabat senior di pemerintahan mengatakan bahwa tidak ada indikasi yang patut dipercaya bahwa misil yang disiapkan itu telah dipersenjatai dengan materi nuklir.
Jurubicara Pentagon George Little hari Kami mengatakan, "Tidak akurat untuk menyatakan bahwa rejim Korea Utara telah menguji, mengembangkan dan mendemonstrasikan kemampuan nuklir mereka, direferensikan dalam penjelasan DIA."
Sikap ini juga diutarakan Direktur Intelijen Nasional AS, James R. Clapper, yang mengatakan bahwa pernyataan anggota Kongres Doug Lamborn bukan penilaian komunitas intelijen.
"Terlebih, Korea Utara belum mendemonstrasikan kapabilitas jangkauan misil yang dipersenjatai nuklir," ujarnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: