Pada Rabu (6/2), Washington telah memperluas sanksi AS atas Iran dengan memperketat tindakan ekonomi terhadap Negeri Para Mullah tersebut dan menambahkan nama lain ke dalam daftar hitamnya.
Pun demikian Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Eropa dan Amerika Ali Asghar Khaji, Sabtu (9/2), justru meremehkan dampak dari sanksi Barat terhadap Republik Islam itu.
"Pemberlakuan sanksi atas Iran adalah tindakan sia-sia," kata Khaji sebagaimana dikutip
Press TV, Minggu (10/2).
Lebih lanjut Khaji mengatakan, pemberlakuan embargo terhadap Iran justru lebih merugikan semua negara yang menjatuhkan sanksi.
Program nuklir Iran merupakan pemicu bagi Barat dan AS untuk memberlakukan sejumlah sanksi. Padahal Iran bersikeras mengenai sifat damai program nuklirnya, tapi Barat tetap menganggap program itu sebagai kedok untuk membuat senjata nuklir.
Oktober lalu, Uni Eropa juga telah menambah sanksinya atas Iran, berupa larangan melakukan impor gas dari Iran dan menghentikan penayangan siaran televisi Iran.
[ian]
BERITA TERKAIT: