Pernyataan Hollande ini disampaikan tiga pekan setelah menggelar operasi militer terhadap pemberontak Islamis yang menguasai kawasan utara negara Afrika ini.
Saat berbicara di Ibukota Mali, Bamako, presiden berhaluan sosialis itu berjanji akan lebih banyak memberikan bantuan bagi negara yang pernah menjadi koloni Prancis ini. Dan yang paling utama, lanjutnya, adalah Perancis membantu Mali dalam mengontrol kawasan utara yang sebelumnya di kuasai pemberontak.
"Kelompok teroris telah melemah, tetapi tidak hilang. Saya mengatakan kepada Anda pertarungan belum berakhir, kelompok teroris memang melemah karena mereka telah mengalami kerugian besar, tetapi belum lenyap," ujar Hollande dalam pidatonya, sebagaimana dikutip
al Jazeera (Minggu, 3/2).
Hollande menambahkan bahwa pasukan Perancis akan bertahan di Mali selama yang dibutuhkan. Selain itu, ia menekankan bahwa Perancis akan menyerahkan penjagaan keamanan ke pasukan Afrika saat kedaulatan Mali dikembalikan.
"Untuk itu, Perancis akan tetap dengan Anda selama itu diperlukan," tambahnya lagi
Dalam keterangan pers tersebut Hollande didampingi pemimpin sementara Mali, Dioncounda Traore, yang mengucapkan terima kasih kepada Perancis karena membebaskan kawasan utara Mali dari para militan.
[ian]
BERITA TERKAIT: