
Pakta pertahanan Atlantik Utara, NATO, mengkonfirmasi bahwa rudal pertama dari enam unit rudal pertahanan yang dikirim ke Turki, untuk mencegat kemungkinan adanya roket-roket nyasar dari Suriah, sudah siap digunakan.
Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa satu unit rudal Patriot itu telah berfungsi sesuai komando dan kendali di kota Adana, Turki selatan, pada Sabtu (26/1). Unit pertama rudal Patriot ini adalah unit rudal milik Belanda. Demikian dikutip Voanews (Minggu, 27/1).
Belanda, bersama Amerika Serikat dan Jerman telah menyediakan masing-masing dua unit rudal Patriot buatan AS. NATO memperkirakan unit-unit lain akan siap digunakan sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Presiden Suriah Bashar al Assad menganggap penempatan rudal Patriot NATO di perbatasan Turki ini sebagai aksi provokasi yang bisa memancing amarah tentara Suriah.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: