Kepastian ini didapat setelah adanya sebuah pernyataan dari parlemen yang meminta operasi militer diakhiri secara efektif mulai pukul 06.00 Sabtu (19/01).
Diberitakan
BBC (Sabtu, 19/1) militer Myanmar mulai melakukan serangan pada bulan lalu, setelah 18 bulan gencatan senjata dengan pemberontak berakhir pada pertengahan 2011.
Militer Pembebasan Kachin, KIA, merupakan satu-satunya kelompok pemberontak besar yang tidak setuju untuk melakukan gencatan senjata dengan pemerintah. KIA selama ini dikenal sebagai pemberontak yang ingin mencari otonomi yang lebih luas di Myanmar.
Pernyataan dari Kementerian Informasi Myanmar mengatakan bahwa militer akan mengikuti perintah presiden untuk tidak melakukan serangan kecuali dalam kondisi untuk pertahanan diri.
Kemudian pernyataan berlanjut dengan menyebut: ''Dalam sebuah konflik bersenjata, kedua belah pihak harus menghentikan serangan untuk menurunkan tensi.''
Namun demikian, sejauh ini belum ada komentar dari KIA terkait penghentian serangan militer pemerintah
.[ian]
BERITA TERKAIT: