Rivalitas Bipolar Akan Berakhir Seiring Meluasnya Gerakan Kebangkitan Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 16 Desember 2012, 15:01 WIB
Rivalitas Bipolar Akan Berakhir Seiring Meluasnya Gerakan Kebangkitan Islam
bendera iran/ist
rmol news logo Sistem kekuatan dunia bipolar atau sistem kekuatan yang mengandalkan rivalitas dua aktor negara sebagai balance of power sebagaimana digagas oleh kaum realis, akan segera berakhir seiring berkembang dan meluasnya gerakan kebangkitan Islam.

Demikian disampaikan Kepala Kebudayaan Islam dan Hubungan Organisasi Iran, Mohammad Baqer Khorramshad saat bertemu Menteri Kebudayaan Rusia Vladimir Medinsky yang berkeunjung ke Teheran, Seperti dikutip Kantor Berita Iran IRNA (Minggu, 16/12).

Lebih lanjut Khorramshad berharap dengan adanya momen kunjungan budaya dari Rusia ini, kedua negara, baik Rusia maupun Iran, mampu menjalin kerjasama yang dapat memainkan peran kunci dalam atmosfer politik dunia dan juga kawasan yang semakin sensitif.

Pasalnya, lanjut Khorramshad, hanya dengan meningkatkan kerjasama strategis antar kedua belah pihak inilah cara terbaik dalam menghadapi tindakan destruktif yang dibuat oleh negara-negara Barat dan Amerika Serikat.

Medinsky pun turut menyambut tawaran kerjasama antar kedua negara ini dan menggarisbawahi bahwa kedua negara memiliki cita-cita sama yaitu sama-sama ingin menggagalkan konspirasi kekuatan ekstrimis.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA