Diberitakan
BBC (Sabtu, 24/11), pengunjuk rasa menuduh pemerintahan Yingluck terlibat kasus korupsi serta menjadi 'boneka' kakaknya, yaitu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang dilengserkan pada 2006 lalu.
Semula unjuk rasa yang digelar oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Pitak Siam atau Pelindung Thailand ini berjalan tertib, namun berakhir ricuh setelah sebagian demonstran berusaha menerobos barikade beton.
Aksi ini membuat polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berupaya menerobos barikade tersebut.
Awal pekan ini, Yingluck telah memerintahkan aparat kepolisian untuk mewaspadai unjuk rasa anti pemerintah. Dia juga menyiapkan penerapan undang-undang khusus yang dibutuhkan jika negara berada dalam kondisi darurat.
Dalam berbagai kesempatan, Yingluck juga menuduh para penentangnya sengaja menggelar unjuk rasa untuk menggulingkan pemerintahannya yang terpilih secara sah melalui pemilu.
Pihak berwenang Thailand mengkhawatirkan unjuk rasa ini akan berdampak pada stabilitas negara itu setelah Yingluck berkuasa sejak tahun lalu..
[ian]
BERITA TERKAIT: