Hal tersebut disampaikan Pemimpin Gereja Katolik Roma itu saat bertemu dengan para pejabat-pejabat Lebanon dan pemuka agama di istana kepresiden di Beirut.
Paus mengatakan bahwa warga Kristen dan Islam di Lebanon mampu hidup berdampingan dan berbagi ruang bersama selama berabad-abad. Bahkan, lanjut Paus, seringkali dalam sebuah keluarga di Lebanon terdiri dari kedua agama tersebut.
Paus menambahkan bahwa jika dalam skala kecil seperti keluarga saja kerukunan antar umat bisa terjalin, tentu tidak menutup kemungkinan untuk skala yang lebih luas.
"Seandainya ini mungkin dalam sebuah keluarga tunggal, mengapa hal ini tidak dimungkinkan pada tingkatan keseluruhan masyarakat," ujar Paus yang kedatangannya di Lebanon disambut hangat oleh warga Lebanon, sebagaimana dikutip
The New York Times (Minggu, 16/9).
Pernyataan Paus inipun segera direspon oleh salah satu pemimpin Lebanon Mohamad Rahid Qabbani. Qabbani memberi Paus sebuah surat yang berisi pesan bahwa untuk membuktikan rasa persaudaraan umat islam dan kriten, ia berjanji akan menganggap setiap erangan terhadap Kristen juga merupakan serangan terhadap semua warga Muslim.
[ian]
BERITA TERKAIT: