Nakoula menyerahkan diri secara sukarela, ia pun dibawa dari rumahnya oleh beberapa petugas dengan menutup wajahnya dengan syal serta menggunakan topi dan kacamata hitam. Nakoula tidak di borgol karena dia menyerahkan diri secara sukarela
Sebagaimana dilansir
BBC (Minggu, 16/9), juru bicara kantor polisi tersebut, Steve Whitmore mengatakan bahwa Nakoula tidak ditahan namun dapat masuk penjara lagi bila dianggap melanggar peraturan bebas secara bersyarat.
Pria yang sempat menggunakan nama samaran Sam Bacile itu pernah dipenjara pada tahun 2010 karena penggelapan dan tidak diizinkan untuk menggunakan internet atau menggunakan nama alias tanpa izin petugas berwenang.
Dalam keterangannya di kantor polisi, Nakoula menyanggah telah terlibat dalam pembuatan film yang memicu protes di 18 negara, termasuk Australia itu.
Film yang dianggap menghina Nabi Muhammad ini memicu protes di berbagai negara termasuk di Benghazi, Libya, yang menyebabkan tewasnya duta besar Amerika Serikat.
[ian]
BERITA TERKAIT: