Pejabat AS mengatakan serangan ke Kamp Bastion itu dilakukan dengan menggunakan senjata kecil, roket dan mortir. Dalam Kamp Bastion itu terdapat sejumlah pasukan dari AS, Inggris, Denmark, Estonia dan Afganistan, termasuk Pangeran Harry.
Sementara itu seorang dari Institut Firma Amerika, Ahmad Majidyar mengatakan bahwa Kamp Bastian telah menjadi target dari Taliban seiring keberadaan Pangeran Harry disana.
"Salah satu motivasi bisa jadi karena kehadiran Pangeran Harry di kamp, karena Taliban beberapa hari lalu mengancam akan menjadikan Pangeran Harry sebagai target pembunuhan. Jadi mereka mencoba melakukannya di sana,'' ujar Majidyar sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 15/9).
Ini merupakan kali kedua Pangeran Harry bertugas di Afghanistan. Tugas pertamanya di Afghanistan dilakukan pada tahun 2007 hingga 2008 yang hanya bertugas selama 10 pekan akibat bocornya berita mengenai kehadirannya di Afghanistan.
Sedangkan dalam misi keduanya kali ini, Pangeran Harry yang berpangkat Kapten Wales ini dijadwakan akan bertugas selama empat bulan di Afghanistan.
[ian]
BERITA TERKAIT: