Ratusan pengunjuk rasa tersebut menerobos masuk ke halaman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibukota Yaman, Sanaa. Polisi setempat sempat melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa namun pengunjuk rasa tetap berhasil memasuki kompleks kedutaan.
Pemerintah Yaman segera menambah aparat keamanan guna mencegah kejadian yang sama di Benghazi Libya, dimana seorang Dubes AS tewas dalam aksi unjuk rasa serupa. Hasilnya, aparat keamanan tambahan ini berhasil mengusir para pengunjuk rasa dengan menggunakan gas air mata dan meriam air. Demikian sebagaimana diberitakan
BBC (Kamis, 13/9).
Kedutaan Besar Yaman di Washington sudah mengeluarkan pernyataan mengecam terhadap serangan ke kedubes AS itu.
Pemerintah Yaman bahkan menegaskan akan meningkatkan keamanan di kedubes AS untuk menjamin misi-misi internasional di negara itu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: