"Sanksi unilateral AS terhadap Suriah dan Iran secara bertahap telah menjadi ekstrateritori. Sanksi itu juga sudah menyentuh dan menggangu bisnis Rusia," ujar Lavrov usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, sebagaimana dilansir
RT (Sabtu, 8/9).
Pihak Washington telah membekukan aset-aset milik lebih dari 100 anggota rezim Suriah dan melarang perusahaan di AS melakukan bisnis dengan mereka. Sanksi itupun secara langsung telah mengenai perusahaan minyak nasional Suriah, Sytrol, pada bulan lalu.
Rusia yang memutuskan memveto tiga resolusi PBB terhadap suriah memicu kemarahan Barat. Terlepas itu, Rusia tetap menyatakan berkomitmen untuk mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama 17 bulan tersebut.
"Terhadap Suriah, kami tak akan mendukung sanksi apa pun, karena sanksi tak akan mengubah apa pun di Suriah," demikian Lavrov kepada wartawan disela-sela KTT APEC.
[ian]
BERITA TERKAIT: