Pena Nieto menerima dokumen dari hakim mahkamah pemilu guna mengukuhkan kemenangannya sebagai presiden pada Jumat (31/8) waktu setempat. Namun demikian, saingan Pena Nieto yang merupakan kandidat presiden dari sayap kiri, Andres Manuel Lopez Obrador, tetap menolak mengakui hasil pilpres Meksiko. Hal ini tentu meningkatkan kekhawatiran akan protes yang meluas.
Sebagaimana diberitakan
VoA (Minggu, 2/9), kekhawatiran itupun terbukti, yaitu pada saat Pena Nieto menerima dokumen pengukuhan kemenangan, disaat bersamaan pula demonstrasi mulai terjadi di luar gedung mahkamah itu. Para demonstran menentang keputusan hakim yang membatalkan tuntutan Lopez Obrador.
Sebelumnya, Lopez Obrador menuduh Partai Revolusioner Institusional atau PRI pimpinan Pena Nieto, membeli jutaan suara dengan suap dan kartu hadiah yang didistribusi menjelang pemungutan suara. Akan tetapi, mahkamah pemilu menyatakan keluhan Obrador itu tidak berdasar.
Dengan demikian, putusan mahkamah pemilu tersebut membuka jalan bagi Pena Nieto untuk kembali mulai merancang reformasi ekonomi yang tertunda sejak ia memenangi Pemilu 1 Juli.
Pena Nieto akan memulai masa jabatannya tersebut selama enam tahun terhitung per tanggal 1 Desember. Ia menggantikan Presiden Felipe Calderon.
[ian]
BERITA TERKAIT: