Kamis lalu (30/8) waktu AS, Pentagon mempertimbangkan untuk mengugat sebuah buku berjudul
'No Easy Day' yang ditulis oleh anggota SEAL berusia 36 tahun dengan nama samaran Mark Owen yang turut dalam penggrebekan Osama bin Laden. Demikian diberitakan
VoA (Sabtu, 1/9).
Disalah satu kutipan butu itu, Owen menyebut pemimpin Osama bin Laden tidak bersenjata dan ditembak di dekat pintu. Ungkapan ini jelas berbeda dengan keterangan resmi NATO.
Pentagon mengatakan Owen telah melanggar persetujuan untuk tidak mengungkapkan segala yang telah ditanda-tanganinya sebagai anggota satuan elit angkatan laut Amerika Serikat SEAL kala itu.
Disaat yang hampir bersamaan, China justru meluncurkan seri pertama buku yang berisi tentang keperkasaan angkatan perang mereka.
Juru Bicara kementerian Pertahanan China Geng Yansheng mengatakan rangkaian seri pertama Angkatan Bersenjata China kali ini disampaikan lebih sistematik dan lengkap mengenai pengembangan sistem pertahanan dan kekuatan militer china dalam kurun waktu terakhir.
Ia menambahkan bahwa melalui buku tersebut para pembaca dapat mengetahui secara jelas tentang pengembangan sistem pertahanan dan kekuatan militer China untuk mendukung perdamaian dunia sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional China yang defensif. Demikian sebagaimana dilansir
Xinhua (Sabtu, 1/9).
Peluncuran buku
No Easy Day dan buku seri pertama angkatan bersenjata China tampaknya mengalami nasib yang bertolak belakang. Disatu sisi, salah satu buku itu membuat negara adidaya ketakutan. Disisi lain peluncuran salah satu buku tersebut justru membuat negara maju nampak semakin perkasa.
[ian]
BERITA TERKAIT: