Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton dalam sebuah konferensi pers di Istanbul bersama Menteri Luar Negeri Turki Davutoglu.
“Kedua kementerian kami berkoordinasi mengenai kerjasama itu (mendukung oposisi), badan intelijen dan militer kami memainkan peran penting,†ujar istri mantan presiden AS tersebut.
Dalam pertemuan tersebut kedua negara juga sepakat untuk membuat persiapan guna merespon kemungkinan yang akan terjadi selama proses melengserkan pemerintahan Bashar al Assad tersebut.
"Tujuan nomor satu kami adalah menghentikan pertumpahan darah dan rezim Assad,'' kata Hillary sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 12/8).
Hillary Clinton menambahkan bahwa kedua negara juga telah membahas serangkaian rencana cadangan, termasuk kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Assad.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: