Pejabat penjaga perdamaian itu mengatakan serangan pertama terjadi ketika seorang karyawan sipil Afghanistan menembak mati tiga tentara di sebuah pangkalan NATO di Provinsi Helmand. Hingga saat ini, lanjut pejabat itu, belum diketahui secara pasti bagaimana cara seorang warga sipil itu dalam memiliki senjata yang kemudian digunakannya untuk menembak tentara asing di markas tersebut. Insiden inipun masih dalam penyelidikan ISAF dan aparat setempat.
Sementara berselang beberapa jam kemudian, seorang polisi Afghanistan yang membelot ke Taliban membunuh tiga prajurit Amerika Serikat di distrik Sangin, Provinsi Helmand. Sebagaimana dituturkan pejabat keamanan tersebut, polisi itu berpura-pura mengundang makan sahur para tentara itu, lantas menembak mati ketiganya.
Daftar korban ini menambah catatan tentara koalisi internasional yang tewas ditangan pasukan keamanan Afghanistan pada tahun ini menjadi 34 orang dalam 26 serangan. Demikian sebagaimana diberitakan
BBC (Minggu, 11/8).
Meningkatnya insiden serangan terhadap pasukan NATO di banyak wilayah Afghanistan ini telah membuat risau pihak Washington. Pasalnya jika kondisi ini belum stabil, maka diragukan aparat keamanan Afghanistan mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan yang rencananya akan ditinggalkan NATO pada akhir 2014 nanti.
[ian]
BERITA TERKAIT: