Sebagaimana diberitakan
Guardian (Minggu, 27/5), Ahmed Shafiq, yang sudah hampir dipastikan melaju dalam putaran kedua ini, memuji gerakan revolusi Mesir yang berhasil menggulingkan rezim Presiden Husni Mubarok dan berjanji tidak akan ada pengulangan rezim yang lama jika dirinya terpilih sebagai presiden Mesir.
Mantan Komandan Angkatan Udara Mesir ini akan menghadapi calon kuat, Muslimin Mohammed Mursy, yang diusung Ikhwanul Muslimin dalam putaran kedua pilpres yang akan diselenggarakan pertengahan Juni mendatang.
Shafiq sebelumnya pernah menjabat sebagai perdana menteri pada akhir pemerintahan Mubarak sebelum digulingkan dalam protes pro demokrasi tahun lalu.
Saat itu ia ditunjuk menjadi perdana menteri dengan harapan memenuhi tuntutan pemberontakan rakyat. Tetapi koneksinya dengan Mubarak, membuatnya dicurigai aktivis yang terlibat aksi tahun 2011 dan pemilih yang terpolarisasi.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: