MNLA, yang merupakan komponen utama pemberontak Tuareg, menyatakan ingin mendirikan sebuah negara sekuler di wilayah utara. Sedangkan kelompok Ansar Dine berniat memberlakukan hukum islam di Mali. Namun kesepakatan antar kedua belah pihak ini menetapkan pembentukan negara merdeka islam.
"Kesepakatan yang dicapai malam ini (Sabtu, 26/5) menetapkan penyatuan kedua gerakan (MNLA dan Ansar Dine) untuk membentuk sebuah negara merdeka Islam," kata juru bicara MNLA, Mohamed ag Attaher, sebagaimana dilansir
Reuters (Minggu, 27/5).
Selain itu, dalam kesepakatan tersebut juga ditetapkan penyatuan kekuatan dan pembentukan sebuah badan eksekutif bagi negara Azawad.
Namun demikian sejumlah pengamat mengatakan bahwa kesepakatan antara MNLA dan Ansar Dine dipastikan bisa memperumit upaya dunia internasional dalam menstabilkan Mali pasca kudeta yang terjadi pada Maret lalu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: