Dalam putaran kedua yang akan diselenggarakan pada 16 dan 17 Juni mendatang, capres dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursy, akan bersaing dengan perdana menteri terakhir di era Presiden Husni Mubarok, Ahmed Shafiq.
Sebagaimana dikutip
Reuters (Sabtu, 26/5), perhitungan sementara pada Jumat (25/5) malam waktu setempat atau Sabtu dinihari WIB, menunjukkan Mursi memperoleh 25 persen suara, Shafiq 24 persen, disusul Hamdeen Sebahi (independen) 20 persen, dan mantan Sekjen Liga Arab, Dr Amr Moussa (independen) 11 persen, dan suara sisanya terbagi di antara sembilan capres lainnya. Sedangkan untuk hasil akhir baru akan diumumkan pada Selasa depan (29/5).
Berdasarkan perhitungan sementara tersebut, kecil kemungkinan ada calon yang bisa meraih 50 persen plus satu dari total jumlah suara. Sesuai aturan yang berlaku, jika tidak ada yang berhasil meraih suara lebih dari 50 persen maka pemilihan akan dilanjutkan ke putaran kedua.
Sejak awal Ikhwanul Muslimin menjanjikan pencerahan bagi rakyat Mesir. Setelah berhasil mendominasi parlemen, organisasi yang melahirkan partai politik Partai Kebebasan dan Keadilan itu berusaha keras menguasai kursi presiden. Mereka berjanji mencabut akar-akar peninggalan rezim Mubarak, terutama korupsi. Selain itu, mereka juga menjanjikan peningkatkan pembangunan Mesir di segala bidang kehidupan.
[ian]
BERITA TERKAIT: