Proyek pesawat 'kupu-kupu' tersebut dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Pihak IAI mengatakan bahwa pesawat 'kupu-kupu' ini akan dilengkapi dengan kamera seberat 0,15 gram, kartu memori dan dikendalikan dari jarak jauh melalui remote kontrol yang dilengkapi dengan helm. Helm ini juga berguna untuk melihat apa yang dilihat oleh 'kupu-kupu', helm ini layaknya kokpit kupu-kupu.
Selain itu, 'kupu-kupu' ini dapat digunakan untuk segala medan mulai dari stasiun kereta api, terminal bandara, gedung perkantoran, hingga untuk medan perang dan hutan.
Israel juga dapat menggunakan kupu-kupu ini untuk mengintai tempat penyergapan pasukannya yang ditangkap oleh Hizbullah.
"Keuntungannya kupu-kupu adalah kemampuannya untuk terbang di lingkungan yang tertutup. Tidak ada kendaraan udara lainnya yang dapat melakukan hal serupa saat ini," kata Dubi Binyamini, kepala Departemen Mini Robotika IAI sebagaimana dikutip
RT (Minggu, 20/5).
Menurut Dubi Binyamini, apa yang dikembangkan Israel ini adalah bio-mimicri yaitu sebuah teknologi yang meniru alam. IAI memerlukan waktu dua tahun lagi untuk menyelesaikan proyek tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: