Unjuk rasa yang digelar pada Sabtu (12/5) waktu setempat ini bertujuan untuk mengkritik langkah-langkah permeintah Spanyol dalam menangani krisis ekonomi yang menimpa negara tersebut.
Di ibu kota Madrid, Puluhan ribu demonstran berkumpul di lapangan Puerta del Sol di Madrid dan tetap bertahan hingga minggu dini hari dilokasi tersebut meski telah melewati batas waktu yang telah ditetapkan pemerintah.
Puerta del Sol adalah tempat lahirnya gerakan "kemarahan" rakyat yang menentang ketidakadilan, pengangguran yang meroket dan pengurangan pengeluaran yang mengguncang lembaga politik.
"Kami gelar unjuk rasa di sini untuk memperingati apa yang telah kami rintis setahun lalu, sekaligus menyegarkan kembali tuntutan kami agar pemerintah mendengarkan sekaligus memperhitungkan tuntutan kami," kata Sofia Ruiz, salah seorang demonstran sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 13/5).
Selain di Madrid, pihak kepolisian Spanyol menyebutkan ada sedikitnya 45.000 pemrotes menggelar unjuk rasa serupa di Barcelona. Protes di Madrid dan Barcelona juga digelar di kota-kota lain di Spanyol dan di seluruh dunia yang bersimpati terhadap tujuan aksi itu.
Setahun setelah kelahiran gerakan itu, warga Spanyol bahkan memiliki banyak alasan untuk melancarkan protes seperti misalnya masalah resesi, pengangguran dengan jumlah 24,4 persen bagi seluruh lapisan tenaga kerja dan 52 persen bagi warga yang berusia di bawah 25 tahun, dan sejauh ini pemangkasan penghematan bernilai lebih dari 30 miliar euro.
[ian]
BERITA TERKAIT: