Sebelumnya pemerintah Korut mengumumkan bahwa pihaknya akan meluncurkan sebuah satelit yang bertujuan untuk melakukan riset ilmiah pada tanggal 12 dan 16 April. Selain itu peluncuran roket ini juga dilakukan untuk memperingati ulang tahun ke 100 kelahiran pemimpin pendiri negara itu Kim Il Sung.
Tetapi Amerika Serikat dan para sekutunya mengatakan bahwa peluncuran roket itu adalah salah satu bentuk uji coba yang disamarkan fungsinya oleh Korut. Selain itu, peluncuran tersebut juga bertentangan dengan sanksi-sanksi PBB yang bertujuan untuk menghentikan program rudal Korut.
Rudal-rudal patriot Jepang telah digelar di tiga fasilitas di daerah Tokyo. Sedangkan Kementerian Pertahanan Jepang juga telah mengerahkan tiga kapal perusak kelas Aegis yang membawa rudal-rudal pencegat di pangkalan yang terletak di Laut China Timur.
"Dengan tindakan terbaru itu, Jepang telah merampungkan penggelaran PAC3," ujar seorang perwira di kementerian pertahanan yang tak disebutkan namanya sebagaimana diutip
AFP (Minggu, 8/4).
Jauh-jauh hari sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda juga telah memberikan persetujuan untuk menembak jatuh roket Korut jika roket itu mengancam wilayah Jepang.
[ian]
BERITA TERKAIT: