Ketua Hluttaw Pyithu, majelis rendah Parlemen Myanmar, Thura Shwe Mann melontarkan bantahannya tersebut setelah adanya spekulasi dari Barat yang menyebutkan kedua negara yang dikucilkan dunia internasional itu telah melakukan kerjasama untuk membangun instalasi nuklir di Myanmar.
Thura Shwe Mann juga mengatakan saat berkunjung ke Korut, pihaknya hanya menanda tangani nota kesepahaman terkait kerjasama angkatan bersenjata kedua negara dan bukan kerjasama nuklir sebagaimana dituduhkan Barat.
"Kami memang mempelajari sistem pertahanan udara mereka (Korut), pabrik-pabrik senjata, pesawat dan kapal perang. Angkatan bersenjata mereka cukup tangguh jadi kami setuju untuk bekerja sama dengan mereka jika diperlukan, tapi bukan untuk senjata nuklir" ujar Shwe Mann sebagaimama dikutip
Reuters (Sabtu, 10/12).
Tuduhan pembangunan instalasi nuklir di Myanmar ini juga pernah dilayangkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat berkunjung ke negeri junta militer tersebut. Dalam kunjungan singkat tersebut, Hillary mendesak pemerintah Myanmar untuk segera mengakhiri hubungan rahasia dengan Korea Utara yang dikecam oleh dunia karena diindikasi adanya kerjasama nuklir.
[zul]
BERITA TERKAIT: