Dalam sebuah stasiun televisi kabel
Jewish Channel, Gingrich mengatakan pendapatnya itu berdasarkan sejarah dunia yang tidak pernah menyebutkan eksistensi sebuah bangsa atau negara bernama Palestina.
"Ingatlah, pada masa lalu tak ada Palestina sebagai negara. Itu adalah bagian dari kekhalifahan Usmaniyah (Ottoman) sampai awal abad ke-20. Saya kira kita menghadapi bangsa Palestina yang dibuat, yang pada kenyataannya adalah orang Arab, dan secara sejarah adalah bagian dari masyarakat Arab," ujar Gingrich dalam televisi tersebut sebagaimana dikutip media Israel,
Haaretz (Sabtu, 10/12).
Pernyataan Gingrich ini jelas bertentangan dengan kebijakan resmi AS yang menghormati Palestina sebagai satu bangsa yang layak memiliki negara mereka sendiri berdasarkan perundingan dengan Israel.
Pernyataan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan AS ini mengindikasikan bahwa dirinya akan memihak kepada Israel, apabila terpilih pada pemilihan presiden November 2012 nanti. Pernyataan ini juga merupakan bentuk untuk menarik simpati dari kelompok Yahudi di AS.
Gingrich kini menempati posisi puncak sebagai calon dari Partai Republik guna menantang Presiden Barack Obama dari Demokrat dalam pemilihan umum presiden AS November tahun depan.
[ald]
BERITA TERKAIT: