Tony Blair Tepis Tuduhan Mau Gagalkan Palestina Jadi Anggota PBB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 09 Oktober 2011, 17:03 WIB
Tony Blair Tepis Tuduhan Mau Gagalkan Palestina Jadi Anggota PBB
BENDERA PALESTINA/IST

RMOL. Pejabat tinggi Palestina mencurigai kalau penundaan voting Dewan Keamanan (DK) mengenai upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB terkait dengan kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, ke beberapa negara Eropa.


Mereka menuding kalau kunjungan Blair tersebut adalah untuk melobi negara-negara Eropa yang tergabung dalam kuartet Timur Tengah  untuk menggagalkan tawaran Ketua PLO Mahmoud Abbas yang ingin meminta adanya pengakuan PBB terhadap negaranya.

Atas tudingan itu, Tony Blair seperti dilansir Aljazeera, Minggu (9/10) membantahnya. "Tudingan itu sama sekali tidak benar," katanya.

Para negara yang tergabung dalam Kuartet Timur Tengah ini terdiri dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, dan PBB. Kuartet Timur Tengah ini juga memiliki suara yang sangat penting dalam menentukan nasib Palestina kedepan. Hal ini tentunya karena 4 dari 5 pemegang hak veto PBB tergabung dalam Kuartet Timur Tengah tersebut.

Namun setelah diselidiki lebih lanjut, Blair mengkalim bahwa dirinya tidak melakukan hal yang seperti dituduhkan kepadanya. Blair mengaku hanya melakukan pekerjaan lain yaitu urusan bisnis pribadi. Blair adalah penasehat Bank JP Morgan yaitu sebuah perusahaan perbankan penyedia jasa keuangan. [dry]



Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA