Meski mendapat hadangan dari pihak kepolisian setempat karena dianggap akan memperkeruh hubungan kedua negara, Warga Vietnam tetap melakukan unjuk rasa anti China untuk yang ke 11 kali sejak awal Juni lalu pada hari ini (Minggu, 21/8).
Dalam aksi tersebut pihak kepolisian Vietnam menangkap 15 orang pengunjuk rasa anti China yang menolak untuk menghentikan aksi-aksi anti negeri Tirai Bambu terkait sengketa wilayah di Laut cina Selatan.
Hanya beberapa menit setelah aksi unjuk rasa dimulai, polisi langsung membubarkan aksi, menangkap para pengunjuk rasa dan memasukkan mereka ke dalam dua bus yang sudah disiapkan.
Sebelum dibubarkan polisi, para demonstran yang total berjumlah 30 orang tersebut sempat meneriakan yel yel anti china dan membentangkan spanduk yang menyamakan kebengisan China dengan Nazi Jerman di Perang Dunia II.
"Bahaya. Hentikan Chinazi (China Nazi)," demikian tulisan di atas spanduk para demonstran tersebut seperti dilansir
BBC (Minggu, 21/8).
Sebenarnya, unjuk rasa politis jarang sekali diizinkan di Vietnam. Namun sejumlah analis menilai unjuk rasa ini adalah bentuk kekecewaan rakyat terhadap terhadap China. Pasalnya Vietnam menuding kapal-kapal eksplorasi Cina memotong kabel-kabel eksplorasi minyak di dalam wilayah zona ekonomi eksklusif China dan juga kapal-kapal China yang sering menembaki kapal nelayan Vietnam di wilayah kepulauan Spartly.
[wid]
BERITA TERKAIT: