Warga Vietnam Kembali Gelar Unjuk Rasa Anti China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 21 Agustus 2011, 14:25 WIB
Warga Vietnam Kembali Gelar Unjuk Rasa Anti China
ANTI CHINA/IST
RMOL. Vietnam dan Cina sudah lama bersengketa soal kepemilikan wilayah di kepulauan Paracel dan Spratly di Laut Cina Selatan yang diduga kaya kandungan minyak itu. Perselisihan ini nampaknya akan kembali menegang setelah sejumlah unjuk rasa masih sering digelar di Vietnam sebagai bentuk protes terhadap China.

Meski mendapat hadangan dari pihak kepolisian setempat karena dianggap akan memperkeruh hubungan kedua negara, Warga Vietnam tetap melakukan unjuk rasa anti China untuk yang ke 11 kali sejak awal Juni lalu pada hari ini (Minggu, 21/8).

Dalam aksi tersebut pihak kepolisian Vietnam menangkap 15 orang pengunjuk rasa anti China yang menolak untuk menghentikan aksi-aksi anti negeri Tirai Bambu terkait sengketa wilayah di Laut cina Selatan.

Hanya beberapa menit setelah aksi unjuk rasa dimulai, polisi langsung membubarkan aksi, menangkap para pengunjuk rasa dan memasukkan mereka ke dalam dua bus yang sudah disiapkan.

Sebelum dibubarkan polisi, para demonstran yang total berjumlah 30 orang tersebut sempat meneriakan yel yel anti china dan membentangkan spanduk yang menyamakan kebengisan China dengan Nazi Jerman di Perang Dunia II.

"Bahaya. Hentikan Chinazi (China Nazi)," demikian tulisan di atas spanduk para demonstran tersebut seperti dilansir BBC (Minggu, 21/8).

Sebenarnya, unjuk rasa politis jarang sekali diizinkan di Vietnam. Namun sejumlah analis menilai unjuk rasa ini adalah bentuk kekecewaan rakyat terhadap terhadap China. Pasalnya Vietnam menuding kapal-kapal eksplorasi Cina memotong kabel-kabel eksplorasi minyak di dalam wilayah zona ekonomi eksklusif China dan juga kapal-kapal China yang sering menembaki kapal nelayan Vietnam di wilayah kepulauan Spartly. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA