Pendapat tersebut disampaikan oleh seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, yang menyatakan bahwa negaranya akan menentang setiap pertemuan pejabat pemerintah asing dengan tokoh yang dianggap China sebagai pejuang separatis itu. Maka Obama harus sesegera mungkin membatalkan keputusannya bertemu Dalai Lama dan menghentikan setiap upaya yang dapat menganggu hubungan AS dan Cina.
Pemerintah AS telah membuat pengumuman pada Jumat malam (15/7) bahwa Obama akan menyambut pemimpin spiritual itu di Gedung Putih pada hari ini dan menjanjikan dukungan untuk penegakan hak asasi manusia di Tibet.
"Presiden akan terus memberikan dukungannya untuk melakukan dialog antara perwakilan Dalai Lama dan pemerintah Cina untuk menyelesaikan perbedaan (diantara keduanya)," demikian Gedung Putih seperti tertulis dalam pernyataannya yang dilansir beberapa media internasional (Sabtu, 16/7).
China menuduh Dalai Lama, yang pernah mendapat hadiah Nobel perdamaian, sebagai tokoh separatis yang melegalkan penggunaan kekerasan dalam memerdekakan Tibet. China masih menganggap Tibet sebagai salah satu teritorinya.
Dalai Lama yang beberapa waktu lalu memutuskan hengkang dari jabatan politik di Tibet, menyangkal tuduhan pemerintah Cina tersebut dan menyatakan bahwa yang ia lakukan hanyalah transisi damai dalam pemberian otonomi bagi wilayah yang berada di daerah Himalaya tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: