Anggota FARC menyerang secara brutal di kota Taribio, Provinsi Cauca. Dengan menggunakan mini bus yang dipenuhi bahan peledak, pasukan pemberontak ini datang ke sebuah pasar yang sedang ramai dan menyerang sebuah pos polisi. Selain itu para pemberontak juga menembaki warga sipil. Sedikitnya dua warga sipil dan seorang polisi tewas akibat serangan mendadak tersebut.
Walikota Toribio, Carlos Banguero, mengatakan bahwa kotanya telah berulang kali diserang oleh FARC yang telah menewaskan 41 warga sipil. Selain menyerang Toribio, para pemberontak juga menyerang kota Corinto, Caldano, Jambalo dan Santander.
Menanggapi serangan ini, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh FARC tersebut adalah sebuah tindakan seorang pengecut dan membuktikan bahwa posisi para pemberontak sudah semakin tertekan dengan adanya operasi militer pemerintah.
"Kami tahu pasti apa yang mereka pikirkan. Mereka melakukan ini untuk mengalihkan perhatian pasukan pemerintah, karena kami sudah merebut tempat-tempat perlindungan mereka," ujar Presiden Santos seperti dilansir
BBC (Minggu, 10/7).
FARC atau Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia adalah kelompok pemberontak beraliran Marxis yang sudah melakukan perlawanan terhadap pemerintah Kolombia sejak 1960-an. Diperkirakan, hingga saat ini FARC telah memiliki 10 ribu pasukan bersenjata lengkap.
[yan]
BERITA TERKAIT: