Namun. pada persidangan lanjutan nanti, Mladic tidak diperbolehkan menunjuk pengacara untuk menyatakan pembelaan atas nama dirinya, seperti yang terjadi pada sidang sebelumnya. Jika Mladic bersikukuh tidak mau mengajukan pembelaan diri, maka hakim akan mengambil alih dan mengajukan pembelaan atas nama Mladic.
Dalam dakwaannya, majelis hakim yang saat itu dipimpin oleh hakim Alphons Orie, menyatakan bahwa angkatan militer bersenjata Serbia yang dipimpin Ratko Mladic telah melakukan aksi membunuh, melukai, dan meneror orang-orang yang berada di ibukota Bosnia. Namun Mladic tidak melakukan satu pun pembelaan dan beralasan bahwa dia sedang sakit.
"Saya telah membela rakyat saya, negara saya, dan sekarang saya membela diri saya sendiri. Yang ingin saya katakan adalah saya ingin hidup sebagai orang yang bebas dan tidak bersalah," ujar pria 69 tahun tersebut usai menjalani persidangan yang digelar pada 4 Juni lalu.
Mladic dituduh dunia internasional sebagai dalang di balik pembantaian lebih dari 8.000 anak-anak dan pria muslim Bosnia di kota Srebrenica pada tahun 1995, pembantaian paling sadis sejak Perang Dunia II. Selain pembantaian di Srebrenica, dia juga didakwa memimpin pengepungan ibukota Sarajevo selama 44 bulan dan melakukan pembantaian tidak kurang dari 10.000 orang pada 1992.
Mladic ditangkap oleh badan keamanan Serbia di Lazarevo, Provinsi Vojvodina pada tanggal 26 Mei lalu setelah sebelumnya menjadi buronan internasional selama 16 tahun. Penangkapan Mladic melibatkan 12 pasukan khusus dari kepolisian Serbia. Saat di tangkap Mladic menggunakan nama samaran Milorad Komadic dan kondisinya terlihat menua dan lemah akibat terserang penyakit stroke.
[ald]
BERITA TERKAIT: