Saleh menyampaikan hal tersebut melalui pidato di televisi pemerintah. Saleh juga menuduh aksi penyerangan yang telah menewaskan tujuh petugas keamanan pemerintah dan mengakibatkan beberapa pejabat negara mengalami luka-luka, Jumat siang (6/4), didalangi oleh tokoh oposisi, Sadiq Al Ahmar.
"Saya salut (kepada) angkatan bersenjata dan pasukan keamanan yang telah berdiri dengan tegas untuk menghadapi tantangan sebuah geng penjahat (demonstran) yang tidak ada hubungannya dengan revolusi pemuda," ujar presiden yang telah memerintah Yaman selama 33 tahun tersebut, seperti dikutip
Aljazeera (Sabtu, 4/6).
Hingga saat ini beberapa sumber telah melansir bahwa lebih 350 orang terbunuh sejak pemberontakan dimulai pada bulan Januari, tetapi setidaknya 135 di antaranya tewas dalam 10 hari belakangan.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: