Menurut salah seorang dokter Rumah Sakit Charsad Bestar, peristiwa terjadi saat semua orang melakukan makan siang di kantin rumah sakit. Kemudian sebuah ledakan terdengar dari salah satu pengunjung kantin. Sontak saja hal ini membuat semua orang berlarian keluar dari kantin tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh dua orang. Keduanya mengenakan sebuah
identity card (ID) yang bisa meloloskan keduanya dari pengamanan ketat rumah sakit. Satu orang telah meledakkan bahan peledak yang mereka bawa, sementara satu orang lagi belum diketahui keberadaannya.
"Ini sangat menarik bagaimana para pembom bunuh diri berhasil masuk ke dalam, (padahal) siapapun yang ingin mengunjungi keluarga atau teman di rumah sakit, harus melewati pemeriksaan keamanan (yang ketat) dan memperoleh kartu identitas khusus," ujar reporter
Al Jazeera, Sue Turton (Sabtu, 21/5).
Rumah Sakit Charsad Bestar dibangun pada tahun 1970-an. Tentara yang terluka pada masa pendudukan Soviet dirawat di sana, di samping orang-orang yang terluka dalam perang saudara yang pecah sesudah pendudukan Soviet. Bahkan akhir-akhir ini rumah sakit itu menjadi tempat perawatan para komandan Taliban dan Al Qaeda yang terluka. Negara-negara Barat telah menanam dana jutaan dollar di rumah sakit ini, untuk memperbaiki fasilitas dan memberikan peralatan kedokteran canggih serta ambulans udara.
[arp]
BERITA TERKAIT: