Hal itu disampaikan Presiden Kuba Raul Castro yang juga pemimpin Partai Komunis Kuba dalam Kongres PKK di Havana, Kuba, akhir pekan ini. Kongres ini adalah yang pertama dalam 14 tahun terakhir.
Raul Castro melanjutkan kekuasaan kakaknya, Fidel Castro, yang karena sakit-sakitan memilih mundur tahun 2008 lalu. Selain bicara tentang pembatasan masa jabatan presiden, Raul Castro juga menegaskan, PKK membutuhkan kritik dari masyarakat demi pembaharuan. Menurutnya, satu-satunya hal yang bisa mengancam revolusi adalah ketidakmampuan meralat kesalahan.
"Kepercayaan mayoritas warga Kuba telah diuji dengan penuh hormat (untuk memberikan kritik) kepada partai dan revolusi," ujar Raul Castro seperti dikutip BBC (Minggu, 17/4).
Raul Castro juga berencana untuk mengurangi peran pemerintah dalam ekonomi dan mendorong sektor swasta mengambil peran dalam memperbaharui sistem perekonomian Kuba. Namun, di saat yang sama ia juga tidak ingin menghilangkan karakter sosialisme Kuba dan melarang penimbunan kekayaan. Meskipun negaranya sedang dirundung masalah ekonomi, Raul Kastro tetap menjamin pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat Kuba. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: