Sikap keras kepala Terry itu ditegaskannya setelah banyak kalangan di dunia internasional termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan para pemimpin negara Muslim, mengecam rencananya.
Bahkan, panglima pasukan AS di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, telah mengatakan, pembakaran Alquran hanya akan membahayakan nyawa tiap serdadu AS yang bertugas di Afghanistan.
Namun, Terry, seperti dikutip dari
BBC, menegaskan, mundur dari rencana semula merupakan langkah yang tidak tepat.
'Ini waktu bagi kita bangkit menghadapi terorisme dengan yang cara baru,'' kata Jones kepada wartawan.
Bahkan untuk membantah kekhawatiran Jenderal David Petraeus, Terry mengklaim telah mendapat dukungan dari perwira pasukan khusus yang menyatakan dukungan pasukan AS pada rencananya membakar kitab suci umat Muslim itu.
Terry Jones adalah pemimpin kelompok kecil keagamaan yang menamakan dirinya Dove World Outreach Center.
Kelompok Dove World Outreach Center berkantor di Florida Amerika Serikat.
Gereja kecil ini memiliki tidak lebih dari 50 jemaat.
[ald]
BERITA TERKAIT: