Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 06 Oktober 2026, 15:50 WIB
Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta
Ilustrasi pasar tradisional.
Kecil Besar
rmol news logo Inflasi di Jakarta mencapai 0,31 persen (month to month) pada September 2026. Sementara inflasi tahun kalender (years to date) tercatat 1,78 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto mengungkapkan, angka inflasi tersebut didominasi peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,64 persen dengan andil 0,08 persen.

"Inflasi Jakarta pada September 2026 didominasi peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau," kata Kadarmanto, seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yakni daging ayam ras, cabe rawit, masker, bensin dan beras. 

Adapun ayam ras memberikan andil sebesar 0,06 persen; komoditas cabai rawit, masker, bensin masing masing sebesar 0,02 persen serta beras 0,01 persen.  

Ia memaparkan, beberapa komoditas memberikan andil deflasi dan membantu menekan angka inflasi yakni pesawat terbang, bawang merah, emas perhiasan, tomat dan T Shirt pria. 

Komoditas pesawat terbang memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen dan bawang merah, emas perhiasan, tomat serta T - Shirt pria masing masing sebesar 0,01 persen. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA