Terbebani Sentimen Obligasi, Bursa Eropa Sebagian Besar Melemah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 30 September 2026, 07:17 WIB
Terbebani Sentimen Obligasi, Bursa Eropa Sebagian Besar Melemah
Gambar Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa saham Eropa ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa 29 September 2026 waktu setempat, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi global yang menggerus selera risiko investor. 

Meski demikian, kejatuhan pasar yang lebih dalam berhasil diredam oleh lonjakan pada sektor teknologi.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 mengakhiri sesi di level 638,08, melemah 0,09 persen atau 0,60 poin. 

Sebagian besar indeks utama di kawasan ini turut berguguran. FTSE 100 Inggris turun 0,45 persen atau 48,17 poin ke posisi 10.636,71, dan CAC 40 Prancis menyusut 0,53 persen atau 42,61 poin menjadi 8.035,87. 

Berbeda dari tren negatif tersebut, DAX Jerman justru menguat 0,10 persen atau 24,79 poin ke level 25.399,21.

Tekanan pasar bersumber dari imbal hasil obligasi global yang masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga lanjutan. 

Sektor perbankan merosot 0,5 persen, sementara sektor energi serta makanan dan minuman menjadi penekan terbesar setelah masing-masing terkoreksi 1,4 persen. Saham produsen cokelat asal Swiss, Lindt, anjlok 8,7 persen menyusul pemangkasan proyeksi penjualan 2026.

Di tengah tekanan tersebut, saham teknologi justru menjadi bintang lapangan dengan lonjakan 2,5 persen ke level tertinggi dalam sebulan.  

Penguatan ini dipicu oleh optimisme baru terhadap kecerdasan buatan menyusul rencana penawaran umum perdana atau IPO Anthropic yang diproyeksikan bernilai lebih dari 2 triliun Dolar AS. Saham perusahaan semikonduktor seperti AT&S dan Soitec bahkan melesat lebih dari 9 persen.

Sentimen positif juga datang dari saham Julius Baer di Swiss yang melambung 7,2 persen setelah regulator menutup proses penegakan hukum, serta saham Legrand asal Prancis yang melompat 6 persen usai menaikkan target kinerja jangka menengah. 

Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menegaskan bahwa bank sentral akan terus merespons tekanan inflasi secara terukur seiring belum terlihatnya efek putaran kedua yang signifikan dari lonjakan harga. rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA