Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip redaksi Selasa 29 September 2026, disebutkan bahwa transaksi pembelian saham tersebut dieksekusi pada tanggal 25 September 2026. Adika menambah kepemilikan langsungnya dengan memborong 372.400 lembar saham di tingkat harga Rp670 per saham.
Seluruh pembelian ini murni ditujukan untuk kepentingan investasi, dengan total dana yang digelontorkan mencapai sekitar Rp249,5 juta. Melalui tambahan tersebut, porsi kepemilikan saham langsung Adika di BRMS kini meningkat menjadi 1.122.900 lembar saham, dari posisi sebelumnya yang berada di angka 750.500 lembar.
Langkah ini menyusul aksi korporasi serupa yang dilakukannya beberapa hari sebelumnya. Pada 22 September 2026, Adika juga telah membeli 750.500 lembar saham di harga Rp665 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp499,08 juta.
Menariknya, aksi borong saham oleh jajaran direksi ini dilakukan di tengah tren pelemahan harga saham BRMS di pasar sekunder. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham emiten tambang tersebut tercatat mengalami koreksi sebesar 14,67 persen ke level Rp640 per lembar.
Namun begitu, minat investor institusi asing terhadap saham ini terpantau masih cukup kuat. Data perdagangan periode 21 hingga 25 September 2026 menunjukkan adanya aliran masuk dana asing bersih atau net foreign inflow sebesar Rp9,43 miliar pada saham BRMS.
Keputusan manajemen untuk terus menambah porsi kepemilikan di tengah fase koreksi pasar ini tentu memberikan sinyal tersendiri bagi para pelaku pasar.
BERITA TERKAIT: