Berdasarkan data
Reuters, emas spot anjlok 1,2 persen menjadi 4.240,10 Dolar AS per ons pada Kamis pagi 17 September 2026, setelah sempat melesat ke level tertinggi sesi di 4.365,57 Dolar AS.
Sebaliknya, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember masih ditutup menguat 1,3 persen di posisi 4.387,50 Dolar AS per ons.
The Fed sebelumnya memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen. Chairman The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan inflasi yang masih persisten, dipicu oleh tarif impor global, lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah, serta ekspansi belanja teknologi kecerdasan buatan (AI).
Komentar bernada hawkish tersebut langsung mendongkrak posisi dolar AS terhadap mata uang utama lainnya. Penguatan *]greenback secara otomatis menekan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan jual turut menjalar ke pasar logam mulia lainnya. Perak spot anjlok 1,7 persen menjadi 62,57 Dolar AS per ons. Platinum jatuh 2,3 persen ke level 1.735,33 Dolar AS per ons, dan paladium turun 1,5 persen menjadi 1.269,95 Dolar AS per ons.
Sementara itu, di pasar komoditas energi, harga minyak Brent ikut melemah akibat meredanya kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah menyusul tambahan pasokan minyak Arab Saudi melalui Oman.
BERITA TERKAIT: