Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dan data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan ini.
Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi 4.312,59 Dolar AS per on, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember merosot 1,3 persen ke 4.351,90 Dolar AS per ons.
Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4 persen pada Agustus, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1 persen pada Juli.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 93 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan kembali terjadi setidaknya sekali hingga akhir Maret.
Kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian karena berpotensi memperbesar tekanan inflasi. Harga minyak sempat melonjak sekitar 4 persen setelah serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Di sisi lain, Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan greenback membuat emas yang dihargai dalam Dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 1,2 persen menjadi 63,71 Dolar AS per ons, platinum melemah 1,6 persen ke 1.768,17 Dolar AS per ons, sedangkan paladium turun 0,7 persen menjadi 1.290,41 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: