Bursa Asia Merah Tersulut Kekhawatiran Perang AS-Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 11 September 2026, 08:37 WIB
Bursa Asia Merah Tersulut Kekhawatiran Perang AS-Iran
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa saham Asia dibuka berguguran pada perdagangan Jumat pagi, 11 September 2026, terseret oleh kekhawatiran atas prospek perang AS-Iran. Perang dikhawatirkan dapat berlangsung hingga melewati masa jabatan Presiden Donald Trump pada Januari 2029. 

Sentimen negatif tersebut kian diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah yang menembus 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 19 Mei, serta kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang menyentuh level 4,95 persen.

Tekanan jual langsung menghantam bursa utama kawasan sejak pembukaan sesi. Indeks Nikkei 225 di Jepang terperosok 2,59 persen ke level 63.579,16, sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 2,45 persen ke posisi 6.861,88 setelah saham-saham teknologi raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mengalami kejatuhan tajam masing-masing sebesar 3,8 persen dan 4 persen.

Koreksi serupa turut melanda bursa regional lainnya. Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,86 persen ke level 8.743,20, dan kontrak berjangka Hang Seng di Hong Kong terpantau merosot ke posisi 24.701.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turut menghadapi tekanan lanjutan setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya terkoreksi 1,33 persen ke posisi 6.589,34. 

Tekanan eksternal ini semakin terkonfirmasi setelah ETF saham Indonesia (EIDO) di Bursa Efek New York ambles 2,13 persen ke level 12,85 Dolar AS. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA