Berdasarkan pantauan redaksi, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen. Sebaliknya, indeks Topix justru bergerak melemah sebesar 0,44 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka melemah sebesar 0,8 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mayoritas berisi saham berkapitalisasi kecil terpantau bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan di kawasan Asia juga menjadi lebih terbatas karena pasar saham China daratan ditutup libur pada hari Kamis ini.
Dari pasar keuangan global, perhatian investor turut tertuju pada pasar obligasi AS. Imbal hasil atau yield Treasury 10 tahun sempat melonjak hingga menyentuh level 5,306 persen pada titik tertinggi perdagangan Rabu. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 13 Juni 2007, ketika yield acuan sempat berada di posisi 5,348 persen.
Kenaikan yield Treasury 10 tahun ini, yang turut memengaruhi suku bunga hipotek, menjadi sorotan utama pasar karena berdampak langsung pada ekspektasi suku bunga ke depan serta pergerakan aset berisiko di tingkat global.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko melemah tapi tetap berpeluang rebound, setelah gagal mempertahakan kenaikan pada awal sesi perdagangan kemarin.
Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 0,93 persen ke 11,73 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: